Postingan

Menampilkan postingan dari Januari 16, 2011

tentang psikotes

Psikotes sering menjadi momok menakutkan bagi sebagian orang. Bahkan dijadikan sebagai kambing hitam atau hakim yang tidak adil dalam memutuskan sesuatu, terutama bagi orang-orang yang merasa dirugikan (tidak lulus dalam suatu proses seleksi psikotes). Sebagian mengatakan bahwa psikotes itu mengada-ngada, dan tidak sesuai dengan apa yang ada pada dirinya (orang yang dites). Sebagian lagi, berusaha untuk mencari buku-buku psikotes yang sekarang sudah banyak dijual di toko buku secara bebas atau bertanya kepada psikolog dengan harapan dapat menjawab item-item soal psikologi dengan mudah. Tentu hal ini sudah melanggar kode etik psikologi . Peserta tes psikologi biasanya deg-degan jika akan menghadapi masalah yang satu ini. Apakah psikotes perlu ditakutkan? Sepertinya tidak…itu hanya karena cara pandang kita yang tidak benar tentang psikotes. Apakah Psikotes Itu…?? Psikotes adalah tes yang dilakukan untuk mengukur aspek individu secara psikis. Tes ini dapat berbentuk tert...

Kecerdasan Spiritual (SQ)

Gambar
Latar Belakang Pada suatu hari seorang guru fisika disebuah sekolah menengah menerangkan kepada para siswanya bahwa hidup manusia tidak lain adalah proses pembakaran. Mendengar keterangan sang guru itu, seorang siswa secara spontan melontarkan suatu pertanyaan tajam yang bernada menggugat,"kalau begitu, lalu apa artinya hidup manusia didunia ini?" (Frankl, dalam Koeswara, 1992). Pembicaraan mengenai SQ atau kecerdasan spiritual tidak lepas dari konsep filosofis yang menjadi latar belakangnya. Konsep mengenai SQ itu sendiri sebenarnya sudah lama diperbincangkan, hanya saja dengan kemasan yang berbeda. Dalam ilmu psikologi dikenal tiga aliran besar yang menjadi inspirasi bagi banyak aliran yang berkembang pada saat kemudian. Aliran tersebut adalah behaviorisme, psikoanalisis dan humanistis. Kecerdasan spiritual banyak mengembangkan konsep-konsepnya dari aliran humanistis. Aliran humanistis ini kemudian mengembangkan sayapnya secara spesifik membentuk psikolo...